AS Roma Memukul Plzen 5-0… Apa kubilang!

Pertandingan telah selesai dalam waktu 3 menit

roma-plzen

Beberapa tahun yang lalu sebagai Romanista, kita memiliki motto yang tercetak di dahi yang dibaca “para optimis yang meragu sejak 2012”. Walaupun hal tersebut terdengar miris, tapi hal tersebut berhasil mencengkeram kita; betul, Roma memiliki seluruh alasan untuk percaya bahwa kita akan melewati hadangan Viktoria Plzen malam kemarin, tapi selalu ada keragu-raguan dalam hati kita, seperti iya sih, tapi… atau bagaimana jika yang selalu menghantui kita. Intinya adalah, terkadang bersama Roma kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi (dan itulah asyiknya menjadi fans AS Roma!)

Dan, seperti yang telah terjadi, Roma menghancurkan seluruh keraguan setelah 180 detik ketika tendangan Edin Dzeko berhasil menemui jala gawang sebelum siapa pun berhasil berkeringat atau bahkan tertempel sedikit rumput. Dzeko kemudian akan menyapa jala gawang lawan kembali dalam 40 menit, berhasil menangkap bola dan mengubah umpan cross dari Cengiz Under menjadi amukan bola yang mencapai tiang dekat lawan untuk mengokohkan keunggulan Roma.

Dengan keunggulan 2 gol, Eusebio Di Francesco memilih untuk berjaga-jaga dengan menunda mengganti pemain sama sekali sampai beberapa saat menjelang pertandingan berakhir. Sebutlah hal tersebut intuisi atau kesenangan untuk menindas lawan yang lebih lemah, tapi kekangan EDF menghasilkan keuntungan ketika 2 dari pemain termudanya bekerja sama untuk meningkatkan keunggulan Roma.

Dalam suatu adegan yang pastinya menjadi salah satu rangkaian terindah yang kita lihat sejauh ini, Aleksandar Kolarov memberikan bola dari sayap kiri kepada Lorenzo Pellegrini yang secara cepat menyosorkan bola kepada Ünder. Dari sana, Cengiz melakukan pekerjaan yang cantik dengan membuka kaki kirinya ke arah luar untuk memboyong bola ke rumahnya; benar-benar suatu aliran permainan yang baik dari awal hingga akhir, yang diakhiri dengan ahli oleh Ünder.

Dan hal tersebut langsung mengakhiri  pertandingan; sisa 20 menit terakhir terlihat seperti latihan shooting untuk Roma, yang  sebenarnya bisa dengan mudah menciptakan skor 7-0. Edin Dzeko akhirnya berhasil mendapatkan hattrick menjelang akhir masa, mencetak gol di menit terakhir pada injury time, namun sebelumnya kita berikan sedikit kasih untuk Justin Kluivert.

Tidak ada yang terlalu spesial dari gol Justin Kluivert, namun itu adalah gol pertamanya menggunakan jersey AS Roma, yang pada akhirnya menciptakan rekor yang unik baginya, yang membuatnya menjadi pencetak gol termuda AS Roma di Liga Champions. Kluivert, menunjukkan kelasnya yang cukup indah, dengan memberikan apresiasi pada rekan-rekannya yang lain yang telah membantunya mencetak gol.

Sikap yang indah dari anak muda itu, yang walaupun masih mengalami nasib yang naik-turun di Roma sejauh ini, tapi dia terlihat selalu mampu memberikan perubahan permainan dengan cepat kapanpun dia bersama bola. Kluivert akan menjadi pemain yang ditunggu-ditunggu, tidak ada keraguan mengenai hal tersebut.

Memukul Plzen memberikan hal yang manis, sangat berharga untuk membangkitkan Serigala Roma dan pelatih Eusebio Di Francesco, yang saat ini memiliki 3 poin yang sama dengan Real Madrid, dengan CSKA Moscow berada di puncak klasemen setelah mengalahkan Los Blancos Sang Raja Eropa 1-0 malam kemarin… Yang cukup, WOW.

Pertandingan berikutnya di fase grup Liga Champions akan sangat ketat bagi AS Roma dan bagi kita, para Romanista, harus bersiap mengambil obat penenang untuk jantung kita yang berdegup kencang!

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s