Luca Pellegrini: Awalnya Tidak Ingin Menjadi Bek Sayap, Sekarang Dia Seperti Paolo Maldini

luca-pellegrini

Pada menit ke-81 pada laga melawan Frosinone, 26 September 2018, dia membuat debutnya di Serie A, di Stadion Olimpico Roma yang termahsyur – seorang anak kelahiran asli Roma: Luca Pellegrini.

Bek sayap kiri kelahiran tahun 1999, adalah salah satu pemain muda paling cemerlang yang dimiliki Giallorossi.

Yang dari awal menemukan bakatnya, mendidiknya, dan membentuknya pada posisi saat ini yang telah menggaet kekaguman banyak orang: adalah Roberto Muzzi.

Roberto Muzzi: “Saya melihatnya bermain pada sebuah turnamen internal di AS Roma, dia bermain dengan mencolok dan menyedot perhatian Bruno Conti. Bersama dengan Conti, kami bersama menyaksikannya bermain di Trigoria, kemudian kami memutuskan untuk menaruhnya di posisi bek sayap kiri dan dari sana kami bisa melihat kecepatan, paha yang kuat, kakinya, dan kami lalu sangat yakin dengan keputusan itu.

Tapi kamu sulit meyakinkannya untuk bermain di posisi bek sayap kiri – karena anak itu sering ingin bermain sebagai penyerang dan mencetak gol, tapi kemudian dia mengerti dan menyesuaikan dirinya untuk posisi tersebut,” papar Muzzi pada wawancara web radio Romanews.

Seorang anak debutan yang telah membuktikan diri tidak terintimidasi oleh tekanan dan ritme Serie A, dari menit pertama bermain di antara pemain besar dan berpengalaman lainnya; mantan striker AS Roma medio 1990-an ini tidak pernah ragu akan kemampuan Luca:

“Ya, saya memiliki ekspektasi bahwa Luca akan melakukan debutnya dengan penuh kepribadian, bahkan ketika dia masih bocah, saya beragumentasi pada Conti beberapa kali karena kemampuannya terlihat agak dilebih-lebihkan, tapi Luca telah berpikir besar sedari kecil, dan saya selalu berpendapat: dia memiliki kualitas teknikal, karakter yang hebat, dan selalu ingin untuk belajar dan berkembang”.

Masa depan Luca sepertinya sudah tertulis. Banyak klub penting Eropa telah meliriknya beberapa kali, dan agennya Mino Raiola, dapat saja tiba-tiba mengetuk pintu kantor Monchi.

Harapannya, bagaimanapun, agar pemain kelahiran 1999 tersebut bisa menjadi Nabi di tanah kelahirannya: “Untukku, dia akan menjadi bek sayap dari tim nasional dan Giallorossi, seorang tokoh dan kapten Roma berikutnya.

Saya ulangi, dia akan sangat menempel pada Roma, Romanisti, dan dengan karakternya dia akan memancarkan kepribadian dan kelekatan dengan seragamnya: Saya akan berfokus padanya, dia adalah masa depan Roma”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s