Patrik Schick: Dua Kepribadian yang Berbeda

schick-kristyna-asromaindo

Hanya dalam waktu 3 menit sejak masuk ke lapangan permainan bersama tim nasional Republik Ceko, dengan angkuh dia mencetak sebuah gol – namun 248 menit bermain bersama AS Roma dia seperti lalat yang terjerat dalam jaring laba-laba.

Adalah Patrik Schick yang bermain membela Republik Ceko dengan sebuah tekanan, dengan perasaan down karena belum mampu menembus skuat utama Giallorossi.

Ini bukan yang pertama kalinya dan bukan kasus terbaru untuk pemain yang tiba-tiba bisa membalikkan nasibnya, dan tentu saja adalah contoh yang jelas bagaimana konteks bisa mempengaruhi performa.

Kisah tersebut terulang kembali pada Sabtu kemarin, menyentakkan banyak Romanista.

Derby antara Republik Ceko melawan Slovakia, dipimpin oleh Krmencic – seorang striker dari klub Viktoria Plzen yang diluluhlantakkan AS Roma pada laga Liga Champions di Stadion Olimpico – melawan Marek Hamsik yang mewakili Slovakia.

Pada menit ke-73 Patrik Schick memasuki lapangan dari bangku cadangan, dan 3 menit kemudian dia mengejutkan lawannya dari Inter Milan, Skriniar, dengan sebuah sisiran di sekitar tiang dekat lalu menendang dengan keras: 2-1 kemenangan untuk Republik Ceko.

“Saya tidak marah tidak menjadi starting eleven,” kata pemain Roma tersebut di akhir permainan, “ketika saya memasuki lapangan, saya ingin tulus membantu tim. Saya datang dari belakang, Skriniar tidak melihatku dan saya berhasil mencetak gol kemenangan.”

Sederhanakah?

Sayang sekali, mutiara cemerlang yang dimiliki Patrik tiba-tiba meredup ketika mengenakan jersey Roma. Musim ini dia masih mentok dengan nihil gol pada 6 penampilan, pada 2 laga dia menjadi starting eleven dan bermain dengan sangat mengecewakan.

Dengan banyak kesalahan pada tendangannya, membuat kita merasa ragu apakah betul ini Patrik yang telah membuat kita mengagumi aksinya sewaktu masih membela Sampdoria, dan telah membuat uang 42 juta Euro (Rp 600 miliar!) yang telah dibayar Monchi untuk pembeliannya pada musim lalu – sebuah uang besar untuk pemain muda yang baru berusia 21 tahun.

Data sangat jelas dan kita menyimpulkan adanya aspek mental: Schick telah mencetak 5 gol dan sebuah gol penalti pada laga percobaan musim panas yang dimainkan bersama Roma, lalu sebuah gol lagi segera setelah dia memulai debut Liga Negara melawan Ukraina, sebuah tim nasional binaan Andriy Shevchenko.

Bersama Roma, di mana segalanya nampak lebih berat untuknya, penuh persaingan membuatnya berakhir dengan hanya 3 gol dari 32 penampilan – sementara dengan 35 penampilan di Sampdoria dia mencetak 13 gol walaupun sangat sering dia memulainya dari bangku cadangan.

Sehingga “pembenaran” mengenai persaingannya dengan Dzeko telah mencapai titik tertentu yang tidak bisa terus menerus menjadi pembenaran.

Di Francesco dan manajemen sangat jelas berharap adanya kebangkitan Patrik Schick. Barangkali sudah cukup rasanya, karena situasi bisa berubah.

Sementara itu, masa depan Roma sedang direncanakan di Boston, Amerika: hari ini, eksekutif Roma akan menemui Baldissoni di ruang kantor presiden, yang membicarakan rapat mengenai stadion baru Roma akan dimulai, strategi untuk beberapa sektor klub, dan… tentu saja, transfer pemain.

Ya, karena dalam beberapa hari, Monchi bahkan akan menyusul terbang dari Spanyol ke Amerika untuk membeberkan rencananya pada Pallotta.

Lainez, Tonali, Ianis Hagi, pemain idaman De Light (tapi sepertinya tidak akan terwujud di Januari dan juga sangat mahal), dan pemain kelahiran 2002 Sforza dan Frias: sangat banyak pemain muda yang ada dibidik, memberikan konfirmasi pada Patrik Schick bahwa filosofi dasar klub tidak berubah.

Menurut kalian, apakah Patrik Schick akhirnya bisa menemukan performa hebat yang dia tunjukkan semasa membela Sampdoria? Atau dia akan segera masuk daftar jual Monchi?

Berikan komentar kalian di bawah ini, ya!

#beritasepakbola #sepakkbola

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s