AS Roma: Pilih Matthijs de Ligt atau Krzysztof Piątek?

de-ligt-asromaindo

“Siapa pun yang bisa membayar lebih banyak, akan berakhir lebih buruk bagi mereka”.

Ironi tersebut adalah sesuatu yang tidak hilang dari Matthijs de Ligt, seorang bintang remaja di sepakbola Belanda, yang telah menjadi pusat perhatian dan peperangan banyak klub Eropa yang menginginkan pemain bertahan tersebut di kartu bridge mereka.

Di antara klub-klub tersebut, terselip nama AS Roma dan Juventus, dengan Roma yang memiliki hubungan baik dengan agen Raiola yang pada musim panas lalu telah membantu mendatangkan Justin Kluivert dari Ajax Amsterdam (klub yang sama dengan De Ligt).

Malah, Monchi telah berbicara mengenai topik ini pada pertemuan di Boston (Amerika) bersama Pallotta. Suatu tugas yang sulit, tapi sangat jelas ada kebutuhan untuk memperkuat skuat dengan nama besar.

Neraca keuangan klub yang semakin sehat dan keuntungan yang diperoleh dari penjualan Radja Nainggolan, Alisson Becker, dan Kevin Strootman bisa menjadi pembenaran dari mereka bertiga yang telah dikorbankan.

Tapi Monchi harus mengeluarkan seluruh kemampuan negosiasi terbaiknya untuk De Light, seorang pemain kelahiran 1999 yang sangat mirip dengan Gerard Pique.

“Mana yang lebih saya sukai antara Manchester City atau Barcelona? Tentu saja: Ajax!

Saat-saat ini adalah momen jeda pertandingan internasional, tidak ada pertandingan liga di minggu-minggu ini, sedangkan surat kabar tetap harus menulis sesuatu.

Sehingga muncullah rumor demi rumor, dan lebih banyak lagi rumor, apa yang harus aku katakan? Saat ini, aku bermain untuk Ajax dan juga tim nasional Belanda, saya hanya akan berbicara tentang tim nasional.

Saya tidak akan berbicara atau mendengar apapun mengenai rumor transfer pemain”.

Adalah pesan diplomatis yang dilontarkan de Ligt.

Direktur Olahraga Ajax, Marc Overmars berkata: “Di Januari tidak mungkin terjadi, tapi pada bulan Juni ada kemungkinan itu terwujud”.

Pada pertemuan di Boston antara Monchi dengan Pallotta, ada 2 poin penting yang diperbincangkan: perpanjangan kontrak Edin Dzeko serta Cengiz Under.

Presiden Altinordu, sebuah klub di mana Under mengembangkan kemampuan bermain sepakbola sebelum berlabuh di Basaksehir mengingatkan: “Bayern Munchen telah memantau Cengiz sangat lekat, yang bisa aku katakan adalah dia bisa saja pindah dengan uang yang banyak”.

Kembali ke topik pembelian pemain Roma. Barangkali, uang 50 juta harus AS Roma anggarkan antara De Ligt atau Piatek (tidak bisa keduanya).

Kemungkinan AS Roma akan lebih memilih Piatek – kecuali jika Patrik Schick memilih untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya – maka pemain yang akan berlabuh ke Roma barangkali akan menjadi Matthijs de Ligt.

Romanisti Indonesia, kalian lebih memilih mana? Sampaikan di kolom komentar, ya!

#beritasepakbola #sepakbola #MatthijsdeLigt

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s