Mantan Pelatih Mental Diego Perotti: Kekecewaan Mental Bisa Berakibat Cedera Fisik

diego-perotti-asromaindo

Pemain Argentina tersebut, pada Senin lalu meninggalkan latihan lebih awal karena mengalami masalah pada betis. Sangat meyakinkan kita bisa bilang, AS Roma akan memulai pertandingan melawan S.P.A.L. tanpa kehadiran Diego Perotti.

Perotti hanya sekali bermain di Serie A pada laga melawan Bologna, sementara di Liga Champions dia hanya bermain 28 menit melawan Real Madrid. Penampilan yang sangat sedikit bagi salah satu pemain yang paling banyak digunakan Di Francesco tahun lalu.

Diego Perotti tanpa keraguan lagi, adalah salah satu kekecewaan yang dialami AS Roma sejak awal musim ini.

Setelah ditawarkan untuk dijual ke beberapa klub, dengan beberapa klub papan tengah Spanyol sudah menyodorkan kontraknya, pemain asal Argentina tersebut memilih untuk tetap bertahan di ibukota Italia.

Namun, secara berkelanjutan, dia dihantam oleh berbagai macam cedera: pertama adalah cedera engkel, kemudian cedera paha, dan terakhir – baru saja terjadi 2 hari yang lalu di sesi latihan – adalah cedera betis.

Berbicara melalui mikrofon Rete Sport, adalah Professor Daniele Popolizio, pelatih mental Roma hingga musim panas ini, yang menganalisa faktor psikologis pemain Roma:

Pewawancara: Aku akan mulai dari apa yang telah terjadi di awal musim ini. Dimulai dari penjualan Kevin Strootman. Menurutmu, apakah kepergian orang Belanda tersebut sangat mempengaruhi mental pemain?

Prof. Popolizio: Ya, tentu saja! Itu adalah sesuatu yang telah banyak sekali diperdebatkan. Dari sisi mental, tim yang besar memiliki 2 sudut pandang dalam menghadapi pertandingan: bagaimana menghadapi pertandingan besar, dan bagaimana menghadapi pertandingan rutin – di mana di atas kertas, mereka lebih kuat dan diharuskan menang.

Dalam tim olahraga, sangat mungkin sebuah tim lemah membuat masalah untukmu.

Strootman selalu menjadi contoh bagaimana berlatih, secara professional, dengan level tertinggi yang memberikan siapapun contoh mengenai kedisiplinan dan ketepatan waktu – sangat berbanding terbalik dengan Radja Nainggolan.

Di lapangan, dia memberi kontribusi dalam hal kepribadiannya. Penugasan Strootman memberikan nilai dalam sisi psikologis dibandingkan performa aktual.

Pewawancara: Kamu sangat mengenal Diego Perotti, yang sekarang hidup di masa yang sulit dalam hal level fisik. Dalam beberapa kesempatan, dia telah mengalami fisik yang mudah cedera. Apakah betul cedera bisa menyebabkan seseorang merasa tidak masuk ke dalam skema proyek AS Roma? Sehingga menyebabkan seseorang kehilangan kepercayaan diri?

Prof. Popolizio: Sebagaimana umumnya, pada musim panas ketika aku mengucapkan salam perpisahan dengannya, Diego berkata bahwa dia ingin melanjutkan karirnya dengan caranya sendiri.

Ketika keraguan datang dari orang-orang, itu adalah situasi yang unik yang hanya terjadi di olahraga. Ketika angin (kondisi) berubah secara statistik, kecelakaan non-traumatis pun akan meningkat secara statistik.

Ada kemungkinan, oleh karena Diego kehilangan kesempatan bermain di Piala Dunia, sangat mungkin kekecewaan mental tersebut menyebabkan cedera fisik berkelanjutan.

Dari sudut pandang klub, kamu harus membuat pilihan yang tepat untuk melanjutkan kerjasama dengan seorang atlet yang masih bisa berkontribusi atau paling sedikit bisa berubah, karena jika kamu salah mengambil kesimpulan, sangat sulit untuk mencari solusi yang memberikan hal terbaik bagi klub.

#beritasepakbola #sepakbola #diegoPerotti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s