CSKA Moskow: Walau Terlihat Terseok-seok, AS Roma Tetap Amat Berbahaya

asroma-asromaindocom

Vanja Milinkovic-Savic, kiper SPAL, harus menerima kartu merah ketika pertandingan Serie A Liga Italia pekan ke-9 menghadapi AS Roma, Sabtu (20/10/2018), memasuki menit ke-75.

Akan tetapi, Espulso (kartu merah) yang didapatkan mantan pemain Manchester United itu tidak berpengaruh apa-apa pada hasil akhir pertandingan. Ketika wasit meniup peluit panjang, SPAL tetap berhak atas kemenangan 0-2.

Dua gol SPAL, masing-masing dari Andrea Petagna dan Kevin Bonifazi, tak mampu sekali pun dibalas oleh para pemain Roma. Padahal, pertandingan tersebut digelar di Stadio Olimpico dan secara statistik, Roma unggul jauh atas tamunya lewat 63 persen penguasaan bola serta 18 tembakan berbanding 6.

Bagi Roma, itu adalah kekalahan ketiga mereka musim ini di Serie A. Sebelumnya, I Lupi sudah dipaksa bertekuk lutut oleh AC Milan dan Bologna. Mereka pun saat ini harus rela terdampar di posisi ketujuh klasemen sementara. Modal minus seperti inilah yang dimiliki Daniele De Rossi dkk. jelang laga matchday ketiga Liga Champions menghadapi CSKA Moskow, Rabu (24/10) dini hari WIB.

Roma memang sedang tidak dalam situasi ideal, tetapi itu semua tidak dianggap oleh Viktar Hancharenka sebagai keuntungan otomatis bagi tim asuhannya.

Pelatih CSKA itu menyebutkan bahwa kendatipun beberapa kali telah menelan hasil buruk, Roma tetap merupakan tim hebat dengan pemain-pemain berkualitas.

“Setiap tahunnya, mereka selalu mengalami perubahan skuat. Maka, pelatih mereka pun harus berbuat sebaik mungkin untuk mengoptimalkan para pemain yang ada. Bagi tim seperti Roma, segalanya bisa berjalan mulus, tetapi bisa juga tidak, seperti yang kita lihat di laga melawan SPAL.

Besok baru bisa kita lihat seperti apa efek negatif kekalahan tersebut,” kata Hancharenka dalam konferensi pers pra-pertandingan, seperti dilansir Football-Italia.

Dalam benak Hancharenka, ada tiga pemain Roma yang bisa menebar bahaya. Meski demikian, pada pertandingan nanti, hanya akan ada dua pemain yang bisa turun gelanggang.

“Aku tidak bisa tidak menyebut nama [Edin] Dzeko dan juga De Rossi, apabila dia bermain.

Kalau kita berbicara soal pemain luar biasa, aku juga akan bilang [Francesco] Totti. Beruntung, besok dirinya tidak akan bermain.

Aku berharap dia hadir, asal tidak di lapangan,” seloroh pelatih asal Belarusia tersebut.

viktar-hancharenka-asromaindocom

Dari segi performa, CSKA sebenarnya juga belum optimal di Liga Primer Rusia. Mereka memang ada di urutan tiga klasemen sementara, tetapi dari sebelas pertandingan, mereka sudah gagal menang enam kali. Rinciannya, empat kali imbang dan dua kali kalah.

Namun, klub milik militer Rusia itu punya setidaknya dua modal bagus:

Pertama, mereka menang di laga termutakhir menghadapi Anzhi Makhachkala.

Kedua, laga melawan Anzhi itu sudah digelar pada Jumat (19/10) sehingga waktu istirahat para pemain CSKA lebih banyak.

“Kami datang ke Roma dua hari lebih awal untuk memulihkan diri dari perjalanan ke Makhachkala, dan supaya kami bisa bersiap lebih baik,” jelas sang pelatih.

Pada pertandingan menghadapi Roma nanti, gelandang andalan CSKA, Alan Dzagoev, kemungkinan tidak akan bermain penuh. Namun, mereka masih akan bisa bertumpu pada pemain muda asal Kroasia, Nikola Vlasic.

“Untuk besok, Vlasic sudah siap. Sementara, Dzagoev masih bermasalah. Namun, kami berharap dia bisa tampil selama beberapa menit,” tutup Hancharenka.

#beritasepakbola #sepakbola #CSKAmoscow #ASRoma

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s