Arsene Wenger Mengaku Merasa Hampa & Tersesat Setelah Menganggur Beberapa Bulan. Kode Ingin Ditawari Jabatan Pelatih Lagi?

arsene-wenger-asromaindocom

Usai mengakhiri kiprahnya setelah puluhan tahun membimbing Arsenal, Arsene Wenger masih belum menerima tawaran melatih. Tetapi, ia mengaku frustrasi lantaran tidak bisa beraktivitas dalam dunia sepakbola seperti biasanya.

Perjalanan Wenger bersama Arsenal berakhir di angka cantik 22 tahun setelah dirinya memutuskan mengundurkan diri pada akhir musim kemarin. Posisinya di Emirates Stadium lalu digantikan oleh eks nahkoda Paris Saint-Germain, Unai Emery.

Setelah mengundurkan diri, Wenger memang mengaku bahwa dirinya tidak akan mengambil tugas untuk sementara waktu. Ia bahkan menampik semua isu yang menyatakan dirinya sedang didekati klub-klub besar, salah satunya Real Madrid.

Dari luar, Wenger terlihat bisa menikmati masa-masa menganggurnya itu. Namun ternyata, pelatih asal Prancis tersebut frustrasi lantaran tidak melakoni aktivitasnya dalam dunia sepakbola seperti biasanya.

“Saya tidak merasa seperti pensiunan sama sekali, dan itu membuat saya frustrasi.

“Pada dasarnya, jiwa kompetisi saya besar dan saya rindu – sejujurnya ada banyak yang tidak dirindukan juga – pada semua hal dalam permainan sepakbola,” ujar Wenger kepada BeIn Sports.

“Tetapi tentu saja, hari-hari itu, kompetisi, prestasi yang bisa anda dapatkan bersama, berbagi emosi, berbagi persaingan, jatuh bangun dengan yang lainnya, tentu saja saya merindukannya karena saya menghabiskan hidup di dalamnya,” lanjutnya.

Sebelum menyatakan mundur, Arsenal di bawah asuhannya sedang dalam kondisi terpuruk. Namun ia menegaskan bahwa dirinya masih punya banyak hal yang bisa diberikan kepada tim yang bakal diasuhnya suatu hari nanti.

“Saya belum habis. Orang-orang selalu ingin mengemas anda, seperti anda pensiun ataupun sudah habis. Orang-orang ingin mengakhiri anda sepenuhnya seiring umur yang menua,” tambahnya.

“Tetapi selama anda masih punya nafsu untuk hidup, saya akan terus berjalan. Satu keuntungan yang saya dapat dari 35 tahun dalam permainan adalah berbagi dengan orang lain dan bila anda tidak melakukannya, maka hidup akan terasa tak berguna,” tandasnya.

Uniknya, Wenger merasa hampa begitu berhenti melatih.

Satu hal yang membuat Wenger adalah banyaknya waktu luang yang dia miliki. Sebelumnya dia selalu sibuk dan menjalani jadwal padat, jadi begitu pensiun, Wenger merasa bingung.

“Saya ingat dengan baik, saya sedikit tersesat karena memiliki banyak waktu luang, dan itu tidak pernah terjadi sebelumnya,” tutur Wenger.

“[Sebelumnya] anda selalu menghadapi masalah yang harus diselesaikan dan ketika satu masalah selesai, anda akan menghadapi masalah berikutnya. Sekarang tiba-tiba saya tak menghadapi itu sama sekali.”

Lebih lanjut, Wenger juga mengaku sebagai pribadi yang selalu optimistis dan menatap ke depan. Dia tak pernah menengok ke belakang dan menyesali kegagalan, baginya hal itu tak berguna.

“Pula, pertandingan berikutnya selalu jadi target dalam hidup anda, itu sangat sulit, tetapi saya menerima itu sebagai tantangan.”

“Dan satu kualitas saya adalah saya tak pernah menengok ke belakang, saya selalu melihat ke depan dan selalu coba berpikir ‘di mana tahapan berikutnya?’ dan ‘bagaimana saya melakukan itu?’,” tutup Wenger.

Racikan Wenger mungkin saja bisa dilihat mulai pertengahan kedua musim. Sebelumnya, ia mengaku siap menerima tawaran yang datang dari jagat sepak bola pada bulan Januari mendatang.

Apakah tertarik melatih di tanah Italia, Opa Wenger?

#beritasepakbola #sepakbola #ArseneWenger #ASRoma

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s