Secara Permainan Real Madrid Tidak Ada yang Spesial, Sudah Terbentuk Sejak Era Zinedine Zidane

zinedine-zidane-as-roma-indonesia

Kekalahan 0-3 Real Madrid dari Eibar pada pekan ke-13 La Liga Spanyol, Sabtu (24/11/2018), memperpanjang rekor buruk mereka di ajang tersebut, bahkan sejak era kepelatihan Zinedine Zidane.

Perjalanan Real Madrid di La Liga Spanyol sejak menjuarai ajang tersebut pada musim 2016-2017 memang terus menurun.

Dilansir dari Marca, Real Madrid terakhir mencapai konsistensi performa pada 21 Mei 2017. Sejak saat itu, Real Madrid sudah memainkan 51 laga di La Liga Spanyol dan hanya mampu memenangi 28 di antaranya.

Sementara 12 laga lain berakhir imbang dan Real Madrid telah menelan kekalahan dalam 11 pertandingan.

Artinya, persentase kemenangan Real Madrid sejak saat itu hanya kurang dari 55 persen.

Saat Zinedine Zidane masih melatih, Real Madrid masih sanggup finis dalam lingkup empat besar meski dengan performa yang inkonsisten.

Namun setelah Zidane mengundurkan diri, Real Madrid terlihat betul sangat tertatih-tatih. Real Madrid saat ini masih tertahan di peringkat ke-6 klasemen La Liga Spanyol. Mereka tertinggal enam poin dari Sevilla yang memimpin klasemen sementara ajang tersebut.

Tambahan pula, Real Madrid sepertinya punya kutukan dari tim berwarna biru-merah selama musim ini.

Real Madrid kalah dari Eibar pada laga jornada ke-13 La Liga Spanyol, Sabtu (24/11/2018).

Pada laga yang dihelat di Stadion Municipal de Ipurua tersebut, Real Madrid harus rela bertekuk lutut dari tuan rumah dengan skor 0-3.

Kekalahan dari tim asal Basque tersebut bukan kali pertama Real Madrid harus kalah dari tim dengan jersey berwarna biru-merah pada musim ini.

Faktanya, ini adalah kali keempat Los Merengues mengalami kekalahan dari tim dengan warna tersebut musim ini.

Selain saat menghadapi FC Viktoria Plzen, Real Madrid selalu kalah ketika menghadapi tim yang mengenakan jersey berwarna biru-merah.

Mimpi buruk ini bermula pada bulan Oktober lalu saat Madrid masih ditangani Julen Lopetegui.

Tepatnya pada tanggal 3 Oktober 2018, kesalahan Toni Kroos harus dibayar mahal dengan gol Nikola Vlasic pada laga kontra CSKA Moskva di Liga Champions.

CSKA yang menggunakan jersey biru-merah menghukum Real Madrid yang keasyikan menyerang dengan skor tipis 1-0 dalam laga tersebut.

Dua pekan berselang, giliran Levante jadi tim biru-merah yang berhasil mengalahkan Real Madrid.

Gol dari Jose Luis Morales dan Roger Marti membawa Levante menang 2-1 atas Madrid di Stadion Santiago Bernabeu.

Hanya delapan hari kemudian, mimpi buruk Real Madrid kembali terjadi.

Bertandang ke Camp Nou, Real Madrid dibantai habis 1-5 dari tim biru-merah yang juga merupakan rival terbesar mereka, FC Barcelona.

Kekalahan dari Barcelona sekaligus menandai laga terakhir Julen Lopetegui menukangi Real Madrid.

Terakhir, bermodal empat kemenangan beruntun, pelatih anyar Santiago Solari memimpin Real Madrid bertandang ke markas Eibar tadi malam.

Hasilnya, mimpi buruk biru-merah tersebut belum usai. Skuat Los Blancos pulang dengan tiga gol Eibar yang bersarang di hati mereka.

#beritasepakbola #sepakbola #ASRoma #RealMadrid #ZinedineZidane

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s