Kapten & Bintang Real Madrid Menjadi Tertuduh Doping di Liga Champions

sergio-ramos-as-roma-indonesia

Los Blancos secara cepat memberikan klarifikasi atas tuduhan penggunaan doping yang dialamatkan pada Sergio Ramos. Real Madrid tegas membantah bahwa kapten mereka, Sergio Ramos gagal melewati tes doping jelang final Liga Champions musim 2016/17.

Laporan Football Leaks, yang diterbitkan oleh Der Spiegel, Jumat (23/11), menyebutkan bahwa sampel urin Ramos sebelum tampil melawan Juventus dinyatakan positif mengandung doping dan wajib dikenai hukuman.

Surat kabar Jerman, Der Spiegel, dalam laporan menyebutkan kapten Real Madrid tersebut dinyatakan mengandung dexamethasone. Laporan itu berdasarkan penelusuran Football Leaks di Laboratorium Seibersdorf, Austria.

Sampel bernomor 3324822 terbukti mengonsumsi dexamethasone. Sampel itu milik Sergio Ramos. Dexamethasone adalah obat yang masuk dalam daftar terlarang Badan Anti-Doping Dunia.

Meski dilaporkan positif, yang ditemukan sebulan setelah partai di Cardiff, Wales, UEFA sama sekali tak mengambil tindakan terhadap Real Madrid mau pun Ramos secara pribadi.

UEFA menganggap hasil tes tersebut karena kesalahan administrasi dari dokter klub. Sebab, dokter klub tak memberitahu telah menyuntikkan penghilang rasa sakit itu kepada bek berusia 32 tahun tersebut. Suntikan diberikan lantaran ia mengalami masalah di pundak dan lututnya.

Karena itu, UEFA tidak pernah mengungkapkan fakta itu kepada publik. Tak hanya itu, otoritas sepak bola Eropa itu juga tidak memberikan tindakan indisipliner terhadap Ramos maupun tim dokter Real Madrid.

Menurut laporan Football Leaks, Sergio Ramos dua kali melanggar aturan UEFA terkait penggunaan doping. Yang kedua terjadi pada April 2018.

Saat itu, Ramos dijadwalkan menjalani tes anti doping oleh Agensi Anti Doping Spanyol AEPSAD. Tetapi sebelum melakukan tes urine, Ramos memilih mandi. Padahal, hal itu dilarang dalam peraturan yang ditetapkan.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis pada hari yang sama, Los Blancos langsung membantah tuduhan tersebut dan menyatakan penggawa mereka sama sekali tak melanggar aturan.

“Berkaitan dengan informasi yang diterbitkan Der Spiegel mengacu pada kapten kami Sergio Ramos, klub menyatakan sebagai berikut: Sergio Ramos sama sekali tak pernah melanggar regulasi anti-doping,” tulis mereka.

“UEFA meminta informasi secara tepat waktu dan menutup kasus ini seketika juga, seperti biasa dalam kasus seperti ini, setelah verifikasi oleh para ahli dari World Anti-Doping Agency, AMA dan UEFA sendiri.”

“Mengenai sisa konten dari publikasi yang telah disebutkan sebelumnya, klub tak akan membahas bukti dari tudingan yang tak substansial seperti itu.”

Menurut pemberitaan Der Spiegel, Badan Anti-Doping Dunia (WADA) memungkinkan adanya tes doping sebelum pertandingan, tapi harus dilaporkan oleh seorang tim dokter saat tes berlangsung.

Jika seorang pemain dinyatakan positif menggunakan doping dan hal itu tak dilaporkan sebelum tes, maka itu dianggap sebagai kasus penggunaan doping dan investigasi harus segera dilakukan.

Laman yang sama juga menyatakan, sebelum kemenangan Real Madrid 4-1 atas Juventus, Ramos dipilih untuk menjalani pemeriksaan dan melewatkan hampir dua jam memberikan contoh urine, per laporan UEFA.

Tim medis Real Madrid mengirimkan contoh serupa dan diduga gagal menyebutkan adanya kemungkinan pelanggaran yang dilakukan oleh Ramos.

Lebih jauh, tim anti-doping UEFA juga dituding memang tak membuka investigasi, bukannya menerima penjelasan dari tim medis Real Madrid bahwa sang pemain telah membuat kesalahan dalam laporan yang ada.

“Di masa mendatang, kami meminta Anda dan tim medis Anda untuk berhati-hati ketika menyelesaikan formulir kontrol doping dan lebih tepat mendeklarasikan pengobatan,” bunyi surat dari UEFA kepada Real Madrid yang diduga mengindikasikan tak perlu adanya investigasi yang dilakukan.

Sergio Ramos memang lekat dengan kontroversi, pada final Liga Champions 2017/18, ia dianggap secara sengaja dan sadar mencederai Mohamed Salah. Dan pada musim ini, Ramos terlibat dalam insiden yang membuat hidung seorang pemain Viktoria Plzen patah.

#beritasepakbola #sepakbola #ASRoma #RealMadrid #SergioRamos

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s