Mengenal Riana Nainggolan, Si Cantik Adik Radja Nainggolan yang Bermain Untuk Tim Wanita AS Roma!

Radja Nainggolan bukanlah satu-satunya pesepakbola berdarah Indonesia yang bermain di Italia.

Ada pula si cantik Riana Nainggolan yang merupakan saudara kembar dia.

riana-nainggolan-as-roma-indonesia

Riana menandatangani kontrak di Stadion Olimpico pada musim panas 2014 atau enam bulan setelah Radja bergabung dengan status pinjaman.

Tidak seperti Radja yang menembus tim inti I Giallorossi secara reguler, Riana cuma berstatus sebagai pelapis. Dia masih kalah dari Vanessa Nagni, Claudia Palombi, dan Camilla Labate.

Riana cuma diturunkan sebanyak empat kali pada Serie A Liga Italia 2015-2016, tetapi mampu menyumbang satu gol. Adapun pada musim lalu, dia mencetak dua gol dari 16 partai liga domestik.

Meski tidak menjadi pilihan utama di level klub, pemain berusia 27 tahun ini mampu menarik perhatian pelatih tim nasional wanita Belgia, Ives Serneels.

“Kami sudah memantau performa Riana sejak lama. Kepindahannya ke AS Roma merupakan tantangan yang dibutuhkan oleh dia,” ucap Serneels seperti dilansir Sporza, 2015.

Riana pun masuk skuad timnas wanita Belgia untuk tiga pertandingan Piala Siprus pada Maret 2015. Pemanggilan Riana sekaligus melahirkan rekor tersendiri. Sebelumnya, tidak ada dua saudara kembar berbeda kelamin menembus tim nasional Belgia secara bersamaan.

Riana turut berterima kasih kepada AS Roma ketika itu. Maklum, AS Roma merupakan klub luar negeri pertama untuk pemain berusia 27 tahun ini.

“Berkat AS Roma, saya mengalami perkembangan pesat baik dari aspek teknik maupun taktik,” tutur Riana seperti dikutip situs resmi klub.

Riana dan Radja mendapatkan darah Indonesia dari ayahnya, Marianus Nainggolan. Namun, mereka hidup berpisah dari Marianus selama belasan tahun.

Baru pada Desember 2007, mereka berkumpul kembali. Sang ayah bertolak dari Bali ke Piacenza, domisili Radja ketika itu.

“Kami ditinggal di Belgia ketika masih berusia enam tahun. Ada perasaan kosong dan vakum selama belasan tahun, tetapi kembali terisi setelah tiga pekan bersama,” ucap Radja.

Bagi Riana dan Radja, orangtua memiliki peran penting. Sang ayah kerap mengajak bermain sepak bola ketika mereka berusia empat tahun. Keduanya juga mendapat dorongan dari sang ibu, Lizi Bogaerd, setelah Marianus kabur kembali ke Indonesia dan meninggalkan utang judi yang besar.

Sayang, Lizi tidak bisa menyaksikan kesuksesan Riana dan Radja. Dia wafat karena kanker pada 2010.

“Sebelum mengembuskan nafas terakhir, ibu menitipkan saya agar menjaga adik dan semua keluarga. Saya tidak ingin mengecewakan ibu,” tutur Radja.

#beritasepakbola #sepakbola #ASRoma #RianaNainggolan #RadjaNainggolan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s