5 Pemain Top yang Pernah Memperkuat AS Roma & Inter Milan! Siapa Saja?

francesco-totti-gabriel-batistuta-as-roma-indonesia

Grande Partita akan tersaji di giornata ke-14 Serie A Liga Italia yang mempertemukan AS Roma vs Inter Milan di Stadion Olimpico, Senin (03/12/2018) dinihari WIB.

Kendati memiliki rivalitas tinggi, bukan hal baru bahwa para pemainnya saling menyeberang ke klub rival.

Tercatat setidaknya ada 5 pemain top yang pernah memperkuat kedua tim.

Selain menyajikan rivalitas panas di atas lapangan, dua tim raksasa ini juga kerap bersitegang di meja perundingan tiap bursa transfer tiba. Bahkan hubungan mereka di luar lapangan terbilang akur karena sering terlibat dalam kesepakatan jual beli pemain.

Diantaranya ada yang pindah langsung ke Inter Milan maupun AS Roma tanpa berlabuh di klub lain terlebih dulu. Namun, ada juga yang hengkang dulu ke klub lain atau bahkan ke liga lain sebelum memperkuat rival mantan klubnya tersebut.

Berikut 5 pemain top yang pernah memperkuat AS Roma & Inter Milan:

  1. Gabriel Batistuta

Legenda asal Argentina ini akan selalu diingat sebagai pahlawan AS Roma setelah sukses mengantar klub ibu kota merengkuh scudetto ketiga pada musim 2000-2001. Namun, cedera panjang yang pernah dideritanya membuat Il Lupi meminjamkannya ke Inter Milan dua musim kemudian.

Kendati demikian, kiprahnya di Giuseppe Meazza tidak bertahan lama. Ia hanya bermain selama enam bulan untuk Inter Milan. Bermain sebanyak 12 laga, pemain berjuluk Batigol ini hanya mencetak dua gol untuk I Nerazzuri. Di akhir musim 2003, ia pun kembali ke ibukota.

Gabriel Batistuta of Inter Milan in action

2. Walter Samuel

Samuel adalah salah satu pemain yang mengantarkan AS Roma merengkuh scudetto bersama Batistuta. Tembok kokoh yang ia buat bersama Marcos Cafu membuat AS Roma keluar sebagai juara. Keberhasilannya ini pun membuat banyak klub besar mengincar tanda tangan pemain Argentina ini.

walter-samuel-corrieregiallorosso-as-roma-indonesia

Berbeda dari Batistuta, Samuel tidak langsung menyeberang ke Inter Milan. Ia sempat membela Real Madrid selama satu musim. Baru pada Agustus 2005, pemain yang kini menjabat asisten pelatih di klub Argentina, Lugano, ini hijrah ke kota Milan. Di sana, dirinya pun sukses besar dan meraih banyak gelar bergengsi, salah satunya adalah trofi Liga Champions 2010.

3. Juan Jesus

Berbeda dari dua seniornya, Jesus mengawali kiprahnya di Eropa dengan memperkuat Inter Milan pada 2012 lalu. Kendati mampu bermain konsisten selama empat musim memperkuat La Beneamata, masalah yang terjadi di tubuh manajemen membuatnya harus rela hengkang pada musim 2016-2017.

Juan-Jesus-FC-Internazionale-Milan-as-roma-indonesia

Pemain asal Brasil ini pun memilih AS Roma sebagai pelabuhan selanjutnya. Di ibukota, ia kembali menunjukkan performa stabil dan menjadi pilihan utama Luciano Spalletti. Saat ini, ia kembali dipercaya Eusebio Di Francesco menggalang pertahanan bersama Kostas Manolas & Federico Fazio.

4. Nicolas Burdisso

Burdisso adalah salah satu generasi emas Argentina yang pernah memenuhi skuat Inter Milan bersama Walter Samuel, Esteban Cambiasso, Santiago Solari, dan lainnya. Kendati kalah bersaing dengan Ivan Cordoba dan Marco Materazzi di lini belakang, pemain yang kini berusia 36 tahun cukup setia bersama Inter Milan.

Ia pun tercatat berada di Inter Milan selama lima musim dan bermain sebanyak 139 laga serta mencetak delapan gol. Statistik ini pula yang membuat AS Roma meminjamnya pada 2009 lalu hingga akhirnya mempermanenkan statusnya setahun kemudian.

nicola-burdisso-as-roma-indonesia

Kariernya bersama I Giallorossi terbilang menjanjikan, kendati tidak meraih satu trofi pun.

5. Christian Chivu

Chivu adalah salah satu pemain Rumania yang paling bersinar di Serie A Liga Italia. Sempat diincar Inter Milan pada 2002 silam, ia justru lebih memilih AS Roma sebagai klubnya setelah dilepas Ajax Amsterdam senilai 18 juta euro. Bersama Il Lupi, dirinya pun menunjukkan kualitas dan menjadi pujaan publik Olimpico.

Empat tahun membela klub ibukota, Chivu mengemas 124 penampilan dan mencetak enam gol. Kebutuhan Inter Milan di posisi bek kiri membuat Roberto Mancini mendatangkannya pada tahun 2007. Keputusan ini pun terbukti tepat karena dirinya sukses menggondol tiga gelar Serie A Liga Italia dan trofi Liga Champions.

Cristian-Chivu-FC-Internazionale-Milano-as-roma-indonesia

#beritasepakbola #sepakbola #ASRoma #InterMilan #SerieA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s