Menguak Sejarah AS Roma: Simbol Kejayaan Romawi, Keabadian The Eternal City, & Klub Favorit Benito Mussolini

Beribu-ribu tahun yang lalu…

Dalam keadaan terdesak oleh pasukan Kartago di Perang Punic II, Jenderal Romawi Publius Scipio berhasil memanfaatkan faktor alam untuk membalik keadaan. Pasukan Romawi akhirnya memenangi peperangan.

giulio-romano-battle-of-zama

Hingga berabad-abad kemudian, sejarah kebesaran Romawi tetap lestari hingga menginjak zaman modern kini.

Roma menjadi The Eternal City, sebuah kota abadi yang tidak pernah hancur dan lekang dimakan usia.

Semangat itulah yang diadopsi anak-anak klub AS Roma di lapangan hijau kala menjalani babak lanjutan perempatfinal Liga Champions 2018. Meski sudah berada di ujung tanduk akibat kekalahan di kota Barcelona, AS Roma berhasil membalik keadaan dan memaksa raksasa Catalan itu pulang dengan kekalahan memalukan.

Dilahirkan Dedengkot Fasisme Italia

AS Roma adalah antitesis dari perseteruan sosial antara kaum pekerja dan kaum borjuis.

Usut punya usut, AS Roma ternyata dilahirkan untuk bikin gebrakan baru di sepakbola Italia era 1920-an. Ketika itu, persepakbolaan Italia masih didominasi klub-klub mapan dari utara Italia semacam Juventus dan duo Milan – AC Milan dan Inter Milan. Klub-klub kecil seakan hanya bisa menjadi sparring partner mereka tanpa memiliki hak untuk menang.

Ketimpangan itu membuat Benito Mussolini tak tinggal diam. Presiden Italia dan diktator fasis penggemar sepakbola itu lantas berupaya menggabungkan klub-klub kelas pekerja di kota Roma menjadi satu.

Di Roma, kala itu sudah ada klub SS Lazio yang dilahirkan 27 tahun lebih dulu daripada AS Roma . Namun tim yang juga “bernafaskan” fasisme dari kalangan kelas menengah itu ogah diajak merger.

Sombong! Belagu!

Alhasil, Mussolini akhirnya hanya berhasil menggabungkan tiga klub, SS Alba-Audace, Fortitudo-Pro Roma SGS, dan Football Club di Roma. Melalui politisi Italo Foschi yang menjadi Presiden Klub Pertama AS Roma , klub kelas pekerja ini resmi berdiri 7 Juni 1927.

Lewat AS Roma , menurut Louis Massarella dkk dalam The Rough Guides to Cult Football, Mussolini ingin mewujudkan impiannya memiliki klub yang merepresentasikan kejayaan Romawi!

“Saya bersumpah memimpin negara kita ke jalan yang pernah dilalui kejayaan leluhur kita. Seperti Romawi Kuno yang berada di hadapan kita. Sepakbola adalah metafora yang sempurna untuk idealisme masyarakat fasisme,” cetus Mussolini yang dikutip Simon Martin dalam Sport Italia: The Italian Love Affair with Sport.

berdirinya-as-roma

Maka, AS Roma diracik Italo Foschi dengan identitas yang sangat “Romawi” ketimbang Lazio dan klub-klub Italia lainnya.

Warna merah marun dengan garis kuning emas jersey AS Roma merupakan warna kebanggaan Kekaisaran Romawi Kuno.

Yang lebih penting, logo klub merupakan gambar Lupa Capitoline alias Serigala Ibukota lengkap dengan penggambaran kisah mitos dua pendiri kota Roma – Romulus dan Remus – yang tengah menyusu pada sang serigala betina.

Hingga kini, hal itu terus menimbulkan gesekan antara fans fanatik AS Roma dan SS Lazio.

Romanista dan Laziale saling mengklaim bahwa merekalah pembawa gen yang sah dari kejayaan Romawi.

“Kami mengusung nama kota, warna kebesaran dan simbol (Romawi). Bagaimana bisa mereka (Lazio) menolaknya. Kampungan!,” ketus seorang Romanista yang dikutip Blair Newman dalam sebuah ulasannya.

Sementara, mantan kapten SS Lazio, Tomasso Rocchi membalas: “Mereka punya warna (kebesaran) Roma, namun gen kota Roma tetaplah Lazio,” tandasnya dalam sebuah rekaman dokumenter ITV4.

Pasang Surut di Lapangan Hijau

Campo Testaccio menjadi markas pertama AS Roma .

Sejak prestasi runner-up musim 1930-1931, AS Roma benar-benar jadi tim kesayangan Mussolini sampai diberi keistimewaan pindah kandang dari Testaccio ke Stadio del Partito Nazionale Fascista yang lebih besar.

as-roma-scudetto-1942

Gelar Scudetto pertama AS Roma diraih pada 1942.

Sayang, menurut Alberto Testa dan Gary Armstrong dalam Football, Fascism and Fandom, pencapaian itu diiringi nada-nada miring perihal “uluran tangan” Mussolini.

Pasca Perang Dunia II, seiring dengan Mussolini yang digulingkan usai Italia kalah perang melawan Sekutu, AS Roma ikut terpuruk dan nyaris tak pernah lagi bertengger di puncak klasemen.

Itu berlangsung hingga awal 1980-an. Bahkan, pada musim 1950-1951 AS Roma merasakan terdegradasi dari Serie A Liga Italia.

AS Roma baru bisa merasakan scudetto kedua di musim 1982-1983. Di era itu mereka juga langganan juara Coppa Italia. Gelar scudetto ketiga baru mampir pada musim 2000-2001.

Pada 2011, AS Roma tak lagi dimiliki bos asli Roma, Franco Sensi dan putrinya, Rosella Sensi.

Pengusaha Amerika, Thomas Richard Di Benedetto, juga pemilik Fenway Sports Group yang membawahi tim baseball Boston Red Sox dan klub Liverpool FC, membeli saham mayoritas AS Roma . Di Benedetto juga kemudian menjadi presidennya dan kemudian dilanjutkan rekannya, James Pallotta.

Peralihan kepemilikan itu menandakan era baru AS Roma .

Dengan modal kesabaran dan kepercayaan, suntikan duit Amerika ini memungkinkan dilakukannya perekrutan sejumlah pelatih dan pemain yang tak murah.

Perlahan tapi pasti, semoga hal itu terus mendongkrak hasil dan pamor AS Roma di lapangan hijau!

daniele-de-rossi-as-roma-2018

#beritasepakbola #sepakbola #ASRoma #Rome #SerieA

Advertisements

2 comments

  1. Since private and independent contractors have cheaper service rate, you should expect an unhealthy installing of carpets.
    Carpets are able to dampen noise in three ways, blocking the noise transmission between floors, absorbing mid-air
    borne sound, and it significantly decreases the noiswe coming from foopt traffic.

    It is advisable that the old carpet needs too be vacuumm cleaned to ensure that dusts can be eliminated before it iss removed. https://www.ishaah.com/flooring-contractors-near-me-newark-nj

    Like

  2. Greetings from California! I’m bored to death at work so I decided to
    browse your blog on my iphone during lunch break.
    I really like the info you provide here and can’t wait to take a look when I get home.
    I’m surprised at how quick your blog loaded on my cell phone ..
    I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyhow, excellent blog!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s