Mengapa AS Roma Perlu Merekrut Domagoj Vida dari Besiktas?

domagoj-vida-kroasia-2018

Pada turnamen akbar Piala Dunia FIFA 2018, para penggemar sepakbola telah melihat perjuangan para pemain Timnas Kroasia.

Pasukan Vatreni yang dikenal sebagai pejuang mampu menaklukkan Inggris yang sejatinya telah menampilkan permainan apik di sepanjang perhelatan akbar sepakbola sejak pertandingan perdana di fase grup.

Berbicara mengenai Kroasia, setidaknya ada satu sosok pemain yang layak diberikan apresiasi.

Namun sosok itu bukanlah Mario Mandzukic, Luka Modric maupun Ivan Rakitic.

Tapi: Domagoj Vida!!!

Domagoj Vida – seorang pemain bertahan yang saat ini bermain untuk salah satu klub raksasa Turki, Besiktas – merupakan pemain Kroasia yang mampu menampilkan permainan luar biasa bersama Timnas Kroasia yang mampu melaju hingga partai puncak.

Kontribusinya di lini pertahanan Kroasia telah membuat Danijel Subasic dan barisan pertahanan Kroasia tidak memiliki keraguan ketika derasnya serangan hadir dari para pemain lawan yang dihadapi oleh Kroasia.

Vida mampu membuat ekualizer permainan antara lini belakang dan depan Kroasia menjadi seimbang. Perannya yang vital di lini pertahanan serta kala membantu rekan setimnya melakukan serangan, menjadikan sosok berusia 29 tahun ini memiliki peran penting bagi skuat asuhan Zlatko Dalic.

Berkat permainan apiknya bersama Kroasia, sejak jendela transfer musim panas yang lalu, namanya selalu masuk dalam headlines bursa transfer pemain.

Siapa Domagoj Vida?

Publik pecinta sepakbola lantas berpikir siapa sih pesepakbola Domagoj Vida ini?

Bakatnya sebenarnya sudah mulai tercium pada saat ia bermain bersama salah satu klub raksasa Jerman, Bayer Leverkusen pada saat bermain menjalani debutnya pada tahun 2010 silam.

Kariernya di Bundesliga memang tidak bertahan lama, karena pihak klub memutuskan untuk menjualnya ke Dinamo Zagreb pada tahun 2011.

Bersama Zagreb, Vida bahkan sukses membuktikan diri bahwa Leverkusen telah salah menjualnya karena ia sukses mempersembahkan gelar Piala Kroasia di tahun 2012, serta sukses membawa klubnya tampil di Liga Champions tahun berikutnya.

Usai mengabdi dengan klub di negara kelahirannya, Vida kembali melanglangbuana ke Ukraina bersama Dynamo Kiev.

Lima musim bermain dengan Kiev, Vida sukses meraih banyak gelar bergengsi seperti dua gelar kompetisi domestik, dua gelar Ukrainian Cup, serta satu gelar Ukrainian Super Cup.

Merasa sudah cukup meraih banyak prestasi bersama Kiev, Vida pun memutuskan untuk pergi meninggalkan klubnya dan memutuskan untuk bergabung dengan Besiktas.

Pada 3 Januari 2018, sang pemain memutuskan untuk pindah ke klub Turki tersebut dengan menandatangani kontrak berdurasi empat setengah tahun. Debutnya dimainkan pada 21 Februari 2018 saat timnya berhasil memenangkan pertandingan kontra Antalyaspor.

Vida berhasil mencuri perhatian dari pelatih kepala Besiktas, dan ia dijadikan sebagai pemain bertahan yang tampil reguler hampir di setiap pertandingan yang dilakoni oleh Besiktas. Penampilan gemilangnya bersama Besiktas telah membuat sang pemain mendapatkan satu tempat di Timnas Kroasia untuk berlaga di Piala Dunia 2018.

Mengapa AS Roma perlu mendatangkan Vida?

Melihat dari statistik yang dilansir Opta Joe, selama penampilan sang pemain di Piala Dunia FIFA 2018, Vida telah membantu Kroasia mempertahankan dua clean sheet dari empat pertandingan dan sukses mencetak satu gol.

Dia merupakan sosok pemain yang mengancam pertahanan tim lawan ketika Kroasia memiliki peluang dari setpiece. Vida juga tercatat sukses memenangkan persentase 2,35 duel udara per pertandingan, dan rata-rata 1,5 intersepsi, serta 0,42 tackle untuk Kroasia.

Di kompetisi sepakbola Turki bersama Besiktas, Vida sukses menempati peringkat keempat sebagai bek tengah yang mampu memenangkan duel udara dengan persentase tertinggi di liga SuperLig Turki.

Vida sukses memenangkan duel udara dengan 4,07% per pertandingan, 2,15% intersepsi, serta 1,55% keberhasilan dirinya dalam melakukan tackle kepada pemain lawan.

Bayangkan jika AS Roma memiliki pemain seperti Vida yang kuat dalam bertahan serta terampil ketika membantu serangan timnya.

Maka permasalahan lini belakang yang dimiliki oleh AS Roma saat ini bisa terpecahkan dengan instan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s