PROFIL: Nicolo Zaniolo, Bocah Ajaib AS Roma yang Lepas dari Tangan Inter Milan

nicolo-zaniolo-liga-champions-2019

Gelandang muda AS Roma, Nicolo Zaniolo, jadi bintang dengan dua gol saat melawan Porto di babak 16 besar Liga Champions, Rabu (13/2/2019) dini hari WIB.

Nicolo Zaniolo menjadi idola baru publik AS Roma semenjak ia menjadi pemain termuda setelah Francesco Totti yang mencetak 3 gol di Liga Italia.

Gol pertamanya adalah chip indah melewati kiper dan pemain belakang lawan saat menghadapi Sassuolo. Gol terkininya adalah kontra AC Milan.

Penampilan trengginasnya kontra Porto pun buah dari kepercayaan pelatih Eusebio di Francesco menurunkan sang pemain di kompetisi tertinggi Eropa.

Sang bos memberi Zaniolo debut di Liga Champions sebagai starter kontra Real Madrid di Santiago Bernabeu.

Gol-gol Zaniolo kontra Porto membuatnya sebagai pemain Italia termuda yang mencetak dua gol dalam satu laga di Liga Champions.

Kapten AS Roma, Daniele De Rossi, memberikan pujian tinggi kepada gelandang mudanya tersebut.

“Kekuatan fisiknya luar biasa untuk pemain seusia dia. Namun, Zaniolo juga mempunyai teknik tinggi,” ujar De Rossi seperti dikutip UEFA.com.

Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini, memang mengatakan bahwa kombinasi kekuatan fisik dan teknik itu bisa membuatnya jadi dominator lapangan tengah di klub mana pun.

“Zaniolo kini bermain sebagai trequartista, tetapi teknik dan tingkat atletis tinggi sang pemain membuatnya bisa bermain box-to-box seperti Paul Pogba,” ujar Mancini seperti dikutip Goal.

Mungkin, pihak yang paling ketus terhadap perkembangan Nicolo Zaniolo adalah Inter Milan.

Bagaimana tidak, ia adalah motor tim Primavera Inter Milan. Bahkan, setahun lalu ia masih turun memperkuat Inter pada laga-laga Primavera (U-19),

Ia juga menjadi top scorer tim Primavera Inter Milan musim lalu walau beroperasi dari lapangan tengah.

UEFA.com menggambarkan sang pemain sebagai gelandang modern yang bisa tampil luar biasa di beberapa posisi.

Menurut Stefano Vecchi, pelatih junior Inter Milan, sang pemain memiliki masa depan cerah bahkan membandingkannya dengan Frank Lampard dan Steven Gerrard.

Alhasil, Inter Milan mungkin kubu yang paling menyesal kini.

Apalagi, mereka hanya mendapat kompensasi 4,5 juta euro untuk sang pemain sebagai bagian dari penjualan Radja Nainggolan ke Nerazzurri.

Tentu sedikit bukan untuk seorang yang digadang-gadangkan bakal seperti Gerrard dan Lampard?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s