AS Roma Cari Pengganti Daniele De Rossi!

Taras-Stepanenko-Shakhtar-Donetsk

Sosok deep-lying playmaker merupakan komponen penting dalam sistem permainan sepakbola: bertugas menjaga keseimbangan dan memulai manuver dari lini belakang.

Hal itu dipahami betul oleh AS Roma, tim yang selama beberapa tahun terakhir mengandalkan Daniele De Rossi untuk menjalankan peran tersebut. Tak heran, setelah berpisah dengan sang kapten, I Giallorossi kini sibuk mencari pemain berkualitas sebagai pengganti.

Kebutuhan akan semakin mendesak bila AS Roma karena Paulo Fonseca akan segera dinobatkan sebagai pelatih anyar Giallorossi. Pria asal Portugal itu sangat menyukai keberadaan playmaker dalam taktik permainannya, selalu menempatkan satu bahkan dua bertipe playmaker dalam tim.

Di FC Shakhtar Donetsk (tim Fonseca saat ini), peran tersebut diemban Taras Stepanenko, anggota tim nasional (timnas) Ukraina yang bukan tak mungkin bakal mengikuti jejak Fonseca menyeberang ke Olimpico.

Namun, Stepanenko hanyalah alternatif.

AS Roma memiliki beberapa target lain yang dinilai lebih sesuai dengan profil tim. Di urutan teratas ada Donny Van De Beek, bintang muda AFC Ajax yang sudah dimonitor manajemen I Giallorossi sejak tahun lalu.

Masalahnya, penampilan gemilang Van De Beek bersama raksasa Belanda di Liga Champions telah melambungkan harganya sampai lebih dari 50 juta euro (Rp806,4 miliar) — yang notabene di luar anggaran AS Roma.

Nama lain yang juga menarik perhatian kubu Serigala adalah Florentino Luis. Pemuda 19 tahun yang dengan cepat meroket bersama SL Benfica dan timnas Portugal.

Dia sebenarnya bukan tipikal playmaker murni macam Van De Beek, namun tak kalah kualitas. Luis dibekali fisik kuat dan kemampuan mendistribusi bola yang baik. Dia bisa membangun serangan tapi lebih hebat lagi saat bertarung merebut bola dari lawan.

Kubu Benfica memagari talenta berbakat ini dengan klausul rilis sebesar 60 juta euro (Rp967,7 miliar), membuat AS Roma sedikit gentar. Namun, bukan berarti jalan buntu. Negosiasi masih bisa dibuka untuk menemukan kesepakatan terbaik. Mengakali harga transfer dengan menambahkan paket pertukaran pemain bisa jadi jalan keluar yang ditempuh AS Roma.

Opsi lebih ekonomis berada jauh di Amerika Selatan. Dia adalah Bruno Guimaraes, 21 tahun, gelandang andalan Atletico Paranaense. Seperti halnya pemain Brasil, dia dibekali teknik mumpuni dan kreativitas di atas rata-rata. Yang paling penting, harga tebusnya tak lebih dari 35 juta euro (Rp564,5 miliar), seusai dengan kantong I Giallorossi.

Guimaraes akan jadi rekrutan ideal karena dia juga disukai oleh Fonseca. Calon pelatih AS Roma itu seringkali berusaha membawa sang pemain ke Shakhtar dalam beberapa tahun terakhir, namun tak pernah terwujud. Mungkin kali ini kerja sama bisa terjadi di Olimpico.

Sedikit problem, Giumaraes juga diburu oleh Chelsea FC, yang tak keberatan mengeluarkan dana berapapun untuk mengamankan tanda tangannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s