[LIBAS] Lazio vs AS Roma: AnaLIsa Before-Match ala ASROMAINDO (Derby Della Capitale Pertama Fonseca!)

as-roma-vs-lazio-derby

Setelah melakukan konferensi pers kemarin jelang laga melawan Lazio, pelatih Paulo Fonseca mengumumkan daftar 23 orang pemain yang dipanggil ke laga derby della capitale.

Ini mungkin adalah derby della Capitale yang paling awal yang pernah ada, mengingat langsung diadakan pada giornata kedua Serie A Lega Calcio musim ini.

Nama baru seperti Chris Smalling sudah ada dalam daftar. Namun Leonardo Spinazzolla masih belum bisa diboyong ke laga karena masih berkutat dengan pemulihan cedera. Diego Perotti malahan masih harus menunggu 2 bulan lagi untuk bisa mulai berlatih bersama tim.

Daftar 23 Pemain AS Roma Jelang Laga Derby Della Capitale Melawan Lazio

Penjaga Gawang: Pau Lopez, Fuzato, Mirante
Pemain Bertahan: Zappacosta, Juan Jesus, Kolarov, Santon, Fazio, Mancini, Florenzi, Smalling, Cetin
Gelandang: Cristante, Pellegrini, Veretout, Zaniolo, Pastore, Diawara
Penyerang: Dzeko, Schick, Under, Antonucci, Kluivert

 

 

Kita kemungkinan akan melihat beberapa perubahan yang dilakukan Fonseca setelah laga melawan Genoa minggu lalu.

Fonseca telah memberikan clue bahwa Jordan Veretout sudah cukup fit untuk bermain sejak menit awal. Chris Smalling ikut serta dalam tim, namun sepertinya dia masih belum akan dimainkan mengingat Smalling baru tiba di Trigoria 2 hari yang lalu dan masih butuh adaptasi taktik dan tim.

AS Roma tetap akan menggunakan skema 4-2-3-1, yang telah menghasilkan pola penyerangan yang luar biasa pada giornata yang lalu.

Sayangnya, di lini pertahanan masih perlu banyak hal yang dibenahi: terutama public enemy nomor satu bagi Romanista saat ini, Juan Jesus.

Fonseca telah membela Juan Jesus pada konferensi persnya, dengan menyatakan bahwa tidak seorang pemain pun yang tidak pernah melakukan kesalahan. Sepakbola adalah olahraga untuk orang yang kuat, tidak ada ruang untuk pribadi yang bermental tempe. Menurut Fonseca, kesalahan adalah milik tim, tidak ada yang tanggung jawab perseorangan. Aku tidak pernah menuding seseorang melakukan kesalahan, katanya.

Namun sepertinya, di balik pembelaan Fonseca, sangat sulit melihat Juan Jesus berada di starting line-up pada laga derby kali ini.

Kemungkinan duo bek tengah yang dipakai adalah Federico Fazio & Gianluca Mancini, dengan Chris Smalling bersiap pada urutan ketiga, diikuti Juan Jesus & Mert Cetin.

Sementara itu, Pau Lopez tetap akan berada di bawah mistar gawang – walaupun kebobolan 3 gol pada laga minggu lalu, namun sangat sulit mengatakan bahwa ketiga gol itu adalah kesalahan Pau Lopez.

Bek sayap akan diisi oleh Aleksandar Kolarov di pos kiri, dan Davide Zappacosta di bek sayap kanan: Alessandro Florenzi sepertinya tidak cocok bermain di lini pertahanan karena kurang memiliki insting positioning yang baik, serta tidak memiliki kemampuan duel udara, dan kekuatan fisik untuk menjadi pemain bertahan.

Namun, jangan mengira Florenzi akan duduk di bangku cadangan. Kenapa? Karena Fonseca telah memberi clue lain bahwa Florenzi selama latihan minggu ini, telah berlatih untuk bermain di posisi penyerang sayap kiri sebagai inverted-winger.

Di sektor gelandang, ini hal yang sulit diprediksi – bahkan diakui sendiri oleh Fonseca, bahwa lini tengah telah memnbuatnya sakit kepala (dalam hal positif).

Sektor gelandang jangkar masih berpeluang 50-50 apakah akan diisi Bryan Cristante atau Amadou Diawara.

Sedangkan posisi regista akan diperebutkan oleh Lorenzo Pellegrini dan Jordan Veretout.

Pellegrini pun bisa bermain lebih maju, dengan mengisi posisi trequartista di belakang Edin Dzeko. Namun apabila Pellegrini menjadi trequartista, akan membuat Nicolo Zaniolo duduk di bangku cadangan.

Jadi, sangat sulit memprediksi lini tengah yang akan dipasang Fonseca.

Di sektor penyerangan, posisi Edin Dzeko dan Cengiz Under sangat sulit diotak-atik. Duo combo mereka akan sangat menyulitkan lini pertahanan Lazio.

Sementara itu, winger kiri kemungkinan kecil akan tetap diisi Patrick Kluivert mengingat cara bermain anak muda itu di minggu lalu yang masih kurang konsentrasi: sering terlambat melakukan pressing, serta kurang eksplosif seperti tusukan Under di sayap kanan.

Kita bisa memprediksi bahwa untuk posisi winger kiri kemungkinan besar adalah panggung bagi Florenzi untuk menunjukkan kebolehannya bermain jauh lebih maju ke gawang lawan. Hal ini sudah diberi clue juga dalam konferensi pers Fonseca kemarin, dan sudah beberapa kali dicoba pada laga pra-musim AS Roma.

PERKIRAAN FORMASI LAZIO vs AS ROMA #1
Pau Lopez
Zappacosta – Mancini – Fazio – Kolarov
Cristante-Pellegrini
Zaniolo
Under – Dzeko – Florenzi

PERKIRAAN FORMASI LAZIO vs AS ROMA #2
Pau Lopez
Zappacosta – Mancini – Fazio – Kolarov
Diawara-Veretout
Pellegrini
Under – Dzeko – Florenzi

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s