[ANTIK] AS Roma 1, Cagliari 1: ANalisa TakTIK ala ASROMAINDO (Paulo Fonseca Diberi Kartu Merah Usai Laga, Sebuah Drama yang Menunjukkan Masih Banyak Emosi Agresif yang Positif!)

paulo-fonseca-vs-davide-massa-vs-cagliari-2019

Paulo Fonseca dan asisten pelatih, Nuno Romalo, dihadiahi kartu merah oleh wasit Davide Massa usai laga usai. Bisa jadi itu luapan ekspresi dan frustasi, namun menurut ASROMAINDO, hal itu menunjukkan emosi agresif yang positif dari para pelatih, yang akan menyuntikkan fighting spirit para pemain.

Di artikel ANTIK kali ini, mungkin ASROMAINDO tidak akan membahas banyak perihal taktik. Karena sangat jelas bahwa AS Roma sangat mendominasi laga, dengan penguasaan bola 67% serta melakukan 21 kali percobaan shooting.

Lini pertahanan pun terlihat semakin solid, dengan Gianluca Mancini-Chris Smalling-Pau Lopez di jantung pertahanan bermain dengan kokoh dan tangguh – terlepas dari hadiah penalti untuk Cagliari yang lebih merupakan kesialan saja. Hal ini jauh lebih menenangkan para tifosi dibandingkan lini pertahanan AS Roma musim lalu yang sangat rapuh.

Sektor lini tengah pun cukup baik mengalirkan bola, serta dalam menciptakan peluang-peluang. Selain itu, alumni tim Primavera AS Roma, Mirko Antonucci yang masuk di tengah babak pertama menggantikan Amadou Diawara yang cedera, pun terlihat menjanjikan serta beberapa kali merepotkan lini pertahanan Cagliari.

Kekurangannya adalah pada eksekusi akhir ujung tombak yang tidak klinis: sama persis dengan laga Liga Eropa melawan Wolfsberger yang didominasi oleh AS Roma, namun sangat kurang di sisi penyelesaian akhir.

Hal yang menarik untuk dibahas bukanlah hal yang terjadi selama laga, namun insiden yang terjadi seusai laga dibunyikan peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Paulo Fonseca dan sang asisten pelatih, Nuno Romano diusir keluar dan diberi kartu merah setelah laga usai karena telah marah-marah dan protes keras pada wasit Davide Massa yang memimpin pertandingan.

“Aku layak mendapatkan kartu merah, tapi kami harus mengklarifikasi kenapa gol Kalinic dianulir. Siapa yang menganulir gol itu, VAR? Kami lelah dengan kekonyolan ini!,” ucap Fonseca pada sesi wawancara paska laga.

“Para pemain di lapangan berkata padaku bahwa wasit sebenarnya telah mengesahkan gol Kalinic, namun tiba-tiba (seusai bek Cagliari ditandu keluar lapangan yang proses penanganan cederanya sangat panjang yaitu memakan waktu lebih dari 5 menit), wasit menganulirnya. Jadi siapa yang menganulir gol itu, VAR?”

Kala itu, Nikola Kalinic berhasil mencetak gol di menit ke-90, namun selang 5 menit setelah terjadi gol, wasit menganggap bahwa Kalinic telah mendorong Fabio Pisacane, yang membuat bek Cagliari bertabrakan dengan Robin Olsen, secara instan membuat lehernya patah.

Banyak pro dan kontra dari para tifosi Roma untuk luapan protes dari para pelatih AS Roma asal Portugal, namun bagi ASROMAINDO, mungkin tweet dari salah satu Romanisti bisa mewakili apa yang kita rasakan:

“Aku tidak tahu bagaimana cerita yang orang lain bisa simpulkan, namun hari ini, aku tahu bahwa kamu telah menanggalkan jabatan pelatih, dan menjadi seorang fan sejati Roma.

Engkau melakukan hal yang akan dilakukan oleh kami para Romanisti di saat itu.

Engkau telah membela Roma, maka kamu telah membela kami semua.

Terima kasih Fonseca, kamu adalah bagian dari kami!” kata @LorenzoGar.

“Aku telah mendapatkan pahlawanku!” kata @Ahmed_Magdi7

Bagaimana menurut kalian, komen di bawah ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s