[ANTIK] Sampdoria 0, AS Roma 0: ANalisa TakTIK ala ASROMAINDO (Oknum Romanisti Lakukan Tindakan Rasis ke Ronaldo Vieira, Giallorossi Ambil Tindakan Tegas)

AS-Roma-vs-Sampdoria-Ronaldo-Vieira-2019

Laga ini diwarnai dengan hinaan rasis oleh para suporter AS Roma terhadap gelandang Sampdoria yang bernama Ronaldo Vieira. Pendukung Giallorossi itu berteriak ‘Monkey’ atau ‘Monyet’ ke arah Vieira.

Di artikel ANTIK kali ini, mungkin ASROMAINDO tidak akan membahas banyak perihal taktik. Karena sangat jelas bahwa AS Roma sangat mendominasi laga, dengan penguasaan bola 66% dan akurasi operan 84%.

Lini pertahanan pun terlihat semakin solid, dengan Gianluca Mancini-Chris Smalling-Pau Lopez di jantung pertahanan bermain dengan kokoh dan tangguh. Hal ini jauh lebih menenangkan para tifosi dibandingkan lini pertahanan AS Roma musim lalu yang sangat rapuh.

Sektor lini tengah pun cukup baik mengalirkan bola, serta dalam menciptakan peluang-peluang.

Kekurangannya adalah pada eksekusi akhir ujung tombak yang tidak klinis: sama persis dengan laga Serie A melawan Cagliari 1-1 yang didominasi oleh AS Roma, namun sangat kurang di sisi penyelesaian akhir.

Sebenarnya Nikola Kalinic sempat mendapatkan peluang emas di babak pertama, namun sayangnya sodoran bola dari Nicolo Zaniolo terlalu deras mengalir sehingga mudah disapu oleh penjaga gawang keturunan Indonesia, Emil Audero Mulyadi.

Hal itu diperburuk dengan cederanya Kalinic di menit ke-40, menyusul cederanya Bryan Cristante yang harus menepi ke pinggir lapangan pada saat laga baru berjalan 5 menit. Cederanya Kalinic memaksa Nuno Romano, asisten pelatih pengganti Paulo Fonseca yang dilarang mendampingi tim selama 1 laga, untuk memasukkan paksa Edin Dzeko yang sebenarnya masih dalam proses pemulihan cedera tulang pipi dan dilarang tampil.

Hal yang menarik untuk dibahas bukanlah hal yang terjadi sepanjang laga berlangsung, namun insiden yang terjadi sepanjang bola dimainkan oleh Ronaldo Viera.

AS Roma secara resmi meminta maaf kepada pemain Sampdoria asal Guinea-Bissau, Ronaldo Vieira. Sang pemain kena ejekan rasis para fans nakal tim tamu pada giornata ke-8 Serie A Liga Italia, saat Sampdoria menjamu AS Roma di Stadion Comunale Luigi Ferraris.

Laga yang berlangsung pada Minggu, 20 Oktober 2019 itu berakhir dengan hasil imbang 0-0 untuk kedua tim.

Namun, ternyata laga tersebut diwarnai dengan hinaan rasis oleh para suporter AS Roma terhadap gelandang Sampdoria yang bernama Ronaldo Vieira. Pendukung Giallorossi itu berteriak ‘Monkey’ atau ‘Monyet’ ke arah Vieira.

Ia terus mendapatkan ejekan rasis sepanjang laga yang berakhir tanpa gol alias 0-0 tersebut.

Melihat hal tersebut, klub yang bertempat di Olimpico itu langsung mengambil tindakan tegas. Mereka meminta maaf melalui akun twitter resmi mereka, AS Roma English.

“AS Roma ingin meminta maaf kepada Ronaldo Vieira atas penghinaan rasis yang ditujukan kepadanya. Roma tidak mentolerir rasisme dalam bentuk apapun dan klub akan meminta pihak berwenang untuk mengidentifikasi dan kemudian menghukum setiap orang yang terlibat dalam pelecehan ras terhadap sang gelandang,” tulis mereka.

“Roma dengan ini menyampaikan permintaan maaf yang sebesar besarnya kepada Ronaldo Vieria atas perlakuan rasis yang telah ia alami,” rilis klub top Serie A tersebut penuh sesal.

“Sekali lagi Roma tidak mentolerir semua aksi rasisme dalam bentuk apapun. Kami akan mendukung pihak berwenang untuk mencari pelakunya dan kami akan memberikan hukuman kepada mereka yang bersalah terhadap sang pemain.”

Dalam laga tersebut, gemuruh suara-suara monyet terus menyasar Vieira saat ia menggiring bola. Hal itu terjadi juga di akhir babak pertama hingga penyelenggara pertandingan harus mengeluarkan himbauan melalui pengeras suara.

Meski demikian, pemain berusia 21 tahun asal Guinea Bissau itu sendiri justru tidak terlalu memikirkannya. Meski ia juga merasa keberatan, tapi Vieira menganggap hal tersebut sudah sangat sering terjadi dalam pertandingan sepak bola.

“Saya juga mendengarnya, tapi saya tidak ingin membahas hal itu. Ini sudah terlalu sering terjadi dan seharusnya mereka tidak melakukannya,” ujar sang gelandang.

“Hal seperti ini terus saja saya alami. Seharusnya kejadian seperti ini tidak terjadi lagilah. Aku tuh gak bisa diginiin,” protes Vieira dengan nelangsa kepada Rai Sport.

“Dunia sepakbola punya kewajiban untuk memberikan hukuman dan mengedukasi para idiot di stadion hari ini,” lanjutnya lagi melalui akun Instagramnya.

Permintaan maaf klub rival ditanggapi positif oleh manajemen Sampdoria. Mereka ingin bersama-sama memerangi segala aksi berbau rasisme di gelaran Serie A.

“Terima kasih atas kepeduliannya. Ayo kita bersama-sama hentikan rasisme untuk dunia bola yang lebih baik lagi. Stop rasisme,” balas pihak manajemen Sampdoria kepada kubu Serigala Ibukota.

Isu rasisme hingga kini masih mewarnai dunia bola, termasuk di Serie A. Meski di gelaran lain ada juga, namun peningkatan terlihat jelas lebih banyak dari gelaran di Italia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s