[ANTIK – ANalisa takTIK ala ASRomaIndo] AS Roma 2, Napoli 1: Mert Cetin, Debut Bek Muda Potensial Asal Turki dengan Kekuatan & Kecepatan, Namun Berakhir Kurang Menyenangkan!

Mert Cetin diusir keluar lapangan pada laga debutnya sebagai starter dengan jersey Giallorossi.

Pada giornata ke-11 Serie A musim 2019/2020 melawan Napoli, AS Roma berhasil menaklukkan Il Partenopei dengan skor 2-1. Kemenangan AS Roma pada Derby Del Sud diwarnai dengan peristiwa diusirnya Cetin setelah mendapatkan kartu kuning kedua dalam rentang waktu 6 menit semasa injury time menjelang laga berakhir.

Giallorossi bermain menguasai pertandingan, namun paska kegagalan penalti dari Aleksandar Kolarov, mental pemain AS Roma terlihat rapuh.

Napoli mulai menguasai pertandingan. Menurut ASRomaIndo, hal itu lebih karena proses distribusi dari Pau Lopez yang lebih memilih untuk melakukan tendangan jauh langsung ke penyerang AS Roma (hampir selalu membidik Dzeko).

Padahal, kunci keberhasilan AS Roma menguasai jalannya laga sejak menit awal hingga menit ke-30an adalah keberanian para pemain bertahan untuk memulai penyerangan dari lini pertahanan.

Pada paruh pertama di babak ke-1, Pau Lopez selalu menyodorkan bola pendek pada duo bek Smalling-Cetin, kemudian dari kedua pemain bertahan itu, bola terus mengalir dari kaki ke kaki.

Namun, sejak penalti Kolarov yang ditepis oleh Alex Meret, Pau Lopez seakan takun menyodorkan umpan pendek pada pemain bertahannya. Sedangkan, kemampuan menendang bola jarak jauh dan distribusi Pau masih kurang begitu baik.

Alhasil, gola tendangan gawangnya hampir selalu berakhir di dekapan lawan.

Beruntung, ada jeda babak pertama yang membuat pemain AS Roma bisa mengembalikan momentumnya di babak kedua.

Paska laga, bek tengah asal Turki berusia 22 tahun kemudian meminta maaf pada para fans melalui akun media sosialnya.

Namun, diketahui bahwa para suporter AS Roma masih mendukung Cetin dengan berkata bahwa mereka sangat gembira dengan penampilan yang ditunjukkan oleh Mert.

Mert Cetin yang sudah tampil sebanyak 3x di Serie A, berkata:

“Walau aku sangat senang karena berhasil menjadi starter untuk pertama kalinya dengan baju AS Roma, namun aku ingin meminta maaf pada tim dan fans untuk kartu merah yang kuterima di menit terakhir. Forza Roma!”

 

Mert Cetin dipasang oleh manajer Paulo Fonseca untuk mendampingi Chris Smalling di jantung pertahanan. Seperti diketahui, Mert Cetin direkrut dari tim Divisi 2 Liga Turki dari tim antah berantah, Genclerbirligi.

Saat dia direkrut, banyak orang yang merasa bahwa Cetin mungkin hanya akan ditempatkan di skuad Primavera AS Roma – namun ternyata Fonseca memutuskan bahwa Cetin masuk ke tim utama Giallorossi!

Sejak pertama kali debut sebagai pemain pengganti melawan AC Milan, Cetin terus dipasang oleh Fonseca menghadapi lawan tangguh, yaitu Udinese (yang hanya kebobolan 7 gol pada 9 laga awal Serie A), dan Napoli.

Walaupun dia melakukan sebuah kesalahan ketika pada gol Napoli, namun kesalahan tidak bisa dilampiaskan pada Cetin seorang.

Pada gol Akardius Milik tersebut, terlihat bahwa kesalahan awalnya adalah Aleksandar Kolarov – yang luput dalam menjaga winger cepat Napoli, Hirving Lozano,padahal Kolarov seharusnya mampu menutup ruang geraknya lebih awal, dan tidak membiarkan Lozano bisa menerima umpan terobosan dari rekannya, yang berakhir dengan crossing cantik pada Milik.

Pada babak pertama laga tersebut, Cetin dengan kecepatan dan kelugasan bermainnya terlihat bermain apik dalam berduet dengan Smalling. Namun di babak kedua, sebagaimana pemain muda yang pengalamannya masih minim, Cetin terlihat beberapa kali salah dalam menempatkan posisinya (positioning) ketika Giallorossi diserang.

Namun, jelas Cetin adalah opsi pemain bertahan yang lebih baik dibandingkan Juan Jesus, dan bahkan, sangat mungkin Cetin akan menggeser posisi Federico Fazio sebagai opsi bek pilihan ke-3 Fonseca (setelah Mancini-Smalling).

Sosok dan “keasingan” Cetin mengingatkan kita pada Cengiz Under, yang pada awalnya adalah nama yang asing dan terdengar meragukan untuk menjadi andalan tim: namun pada akhirnya, Under menjadi salah satu pemain yang menjadi tumpuan Giallorossi walaupun kursi manajer berpindah-pindah dari era Eusebio Di Francesco, Claudio Ranieri, dan Paulo Fonseca.

Sangat menarik untuk melihat apakah Cetin akan menjadi duet lini belakang masa depan AS Roma bersama Gianluca Mancini, mengingat keduanya masih berusia muda yaitu di kisaran 22-23 tahun!

Statistik Mert Cetin Selama 95 Menit Laga vs Napoli:

83% passing akurasi
3 kali intersepsi
Memenangkan duel udara 7 dari 10 (70%)
5 dribble sukses
2/2 memenangkan bola (100%)

mert-cetin-as-roma-2019

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s