Update Cedera Bryan Cristante: Baru Akan Kembali Pertengahan Januari

Soccer / Serie A / Uc Sampdoria vs As Roma

Sebuah kabar baik bagi AS Roma, Bryan Cristante, dan (mungkin) sebagian Romanisti.

Sky Sport melaporkan bahwa gelandang Giallorossi tidak perlu menghadapi operasi medis paska cedera yang diderita otot tendonnya pada laga bulan lalu melawan Sampdoria.

Eks punggawa AC Milan telah 2x bolak balik ke Finlandia untuk bertemu dengan dokter ahli Prof. Sakari Orava untuk berkonsultasi, dan sang dokter telah memutuskan bahwa Cristante hanya perlu mengikuti beberapa sesi terapi spesifik – dan tidak perlu menghadapi operasi medis.

Setelah hampir 2 minggu menjalani terapi, otot tendon Cristante telah merespon proses terapi dengan baik, dan Dr. Orava telah mengeliminasi kemungkinan terburuk untuk melakukan operasi medis.

Sementara itu, Cristante akan terus melanjutkan terapinya sampai dia mencapai titik pemulihan, yang diperkirakan adalah pada minggu kedua Januari.

Opini ASRomaIndo adalah, dengan cederanya Cristante, kita bisa melihat potensi maksimal dari tim lini tengah AS Roma saat ini.

Seperti yang sudah kita lihat, Gianluca Mancini bahkan mampu mengisi peran sebagai gelandang jangkar dengan baik – banyak orang menganalogikan Mancini sebagai reinkarnasi Daniele De Rossi.

Dan terkait dengan hampir pulihnya Amadou Diawara dari cedera, ASRomaIndo sangat tergelitik untuk melihat potensi sebenarnya dari Diawara.

Diawara pernah disebut-sebut sebagai titisan dari Ngolo Kante dari Chelsea. Kante adalah gelandang jangkar yang dinamis, pekerja keras, dengan kemampuan memenangkan bola serta kemampuan passing yang jitu.

Selama ini, Diawara masih belum mendapat banyak kesempatan dan menit bermain yang cukup untuk menunjukkan tajinya. Fonseca lebih senang memasang Cristante di lini tengah, padahal menurut ASRomaIndo, Cristante adalah gelandang yang biasa-biasa saja, terlalu standar.

Cristante memang memiliki kekuatan fisik yang strong, namun gelandang berusia 24 tahun kurang memiliki kecepatan, kurang memiliki mobilitas dan kurang ngotot, kurang memiliki kreativitas yang baik dalam melakukan passing, agak lamban dalam berpikir dan lamban dalam decision making – ujung-ujungnya dia hanya melakukan umpan pendek sederhana pada rekan setimnya yang berposisi dekat sehingga menghilangkan momentum serangan tim.

Dan terakhir – yang menurut ASRomaIndo cukup mengganggu mental tim – adalah dia seringkali melakukan komplain yang tidak perlu pada wasit, baik dengan gesturnya maupun gumamannya: hal ini seringkali terjadi ketika Cristante dianggap melanggar pemain lawan oleh wasit.

Anyway, mari kita doakan semoga Cristante segera sembuh, agar bisa menjadi pelapis dari gelandang inti AS Roma dan mengembalikan kedalaman skuad Giallorossi. Cristante sepertinya akan menjadi seorang super-sub yang sangat cakap dan sangat berkualitas, namun untuk menjadi salah satu anggota tim inti… Hmmm, nanti dulu!

Untuk pemain inti di sektor gelandang, mari kita percayakan pada Veretout-Mancini-Diawara saja! #nohardfeeling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s