[ANTIK – ANalisa takTIK ala ASRomaIndo] AS Roma 3, SPAL 1: Alessandro Florenzi Bermain Apik, Mengharukan Melihat Para Pemain Menyelamati Florenzi di Gol Ketiga!

as-roma-vs-spal-2019-florenzi

Pada gol ketiga, terlihat dukungan pemain Giallorossi untuk Florenzi, mereka tidak menghampiri Miki, namun malah mendekati Florenzi dan berpelukan dengannya. Seakan mereka ingin Il Capitano tetap berada di Roma, dan tidak boleh pergi ke klub mana pun jua.

Memulai laga ini, Paulo Fonseca harus kehilangan 2 pemain pilar di jantung pertahanan: yaitu Chris Smalling yang harus menghabiskan sisa tahun ini di ranjang cedera, serta Gianluca Mancini yang menghadapi larangan bertanding karena akumulasi kartu kuning.

Menggantikan kedua andalannya, adalah Federico Fazio (yang baru saja membuat sebuah blunder pada laga Liga Eropa melawan Wolfsberger yang membuat AS Roma tidak memuncaki klasemen sehingga harus menghadapi drawing lawan tangguh di babak 32 besar), serta Mert Cetin (yang terakhir kali bermain pada 2 November, sebuah malam kala dia diganjar kartu merah melawan Napoli).

Beruntung, lini serang yang dikontra adalah SPAL – yang baru mencetak 9 gol sepanjang musim ini. Namun SPAL memiliki lini pertahanan yang baik yaitu baru kebobolan 21 gol – sebuah angka defensif yang terbaik di antara tim-tim papan bawah Serie A.

Saksikan dulu cuplikan pertandingannya di bawah ini:

Pada menit ke-1, AS Roma hampir saja langsung mencetak sebuah gol cepat ketika bola crossing Nicolo Zaniolo menyentuh rambut Edin Dzeko, yang kemudian hampir tersambar oleh Diego Perotti.

Pada laga ini, Alessandro Florenzi yang kembali menjadi starter karena masih cederanya Spinazzola dan Santon, patut mendapatkan apresiasi karena daya juangnya di sepanjang laga ini.

Sebuah applaus dan pujian pantas kita sematkan pada Roman yang satu ini: dia menunjukkan bahwa dia pantas menjadi kapten klub kebanggaan kita. Florenzi sangat energik dalam mendorong bola ke lini pertahanan lawan, serta cukup ngotot dalam duel perebutan bola.

Di babak pertama, pemain AS Roma menguasai pertandingan dengan berbagai serangan mengancam, namun seperti layaknya AS Roma yang kita tahu, sesuatu yang “Roma banget” terjadi pada menit ke-43.

Aleksandar Kolarov melanggar pemain lawan pada sebuah tackle canggung ketika dia salah mengontrol bola dan terlambat mengulurkan kakinya, menghasilkan sebuah penalti yang dieksekusi dengan sangat baik oleh seorang striker yang sedang diincar Giallorossi: Andrea Petagna.

AS Roma 0, SPAL 1.

Pada babak kedua, Lorenzo Pellegrini berhasil mengubah arah pendulum Dewi Fortuna ketika shootingnya membentur kaki Nenad Tomovic, pemain SPAL yang membuat bola mengoyak jala gawang timnya sendiri.

AS Roma 1, SPAL 1.

Wasit berganti menganugerahkan penalti kala menit ke-65, Edin Dzeko ditackle oleh bek lawan ketika sedang berbalik badan sambil mengontrol bola sodoran Pellegrini.

Diego Perotti dengan tenang tidak menyia-nyiakan hadiah penalti, yang disambut dengan luapan kegembiraan para pemain AS Roma di bangku cadangan, termasuk Fuzato yang meloncat kegirangan serta asisten manajer Fonseca, Nuno Campos.

AS Roma 2, SPAL 1.

Pada menit ke-78, Fazio hampir saja membuat lawan berhasil menyamakan kedudukan, ketika buruknya decision-making Fazio membuatnya memutuskan untuk melangkah dalam usaha menyundul bola liar di depan kotak penalti, membuat Andrea Petagna (yang awalnya dalam marking Fazio) menjadi sendirian dan tidak terkawal siapapun.

Dan parahnya, Fazio tidak berhasil menyapu bola liar tersebut, sehingga bola berhasil disundul pemain lawan ke arah Petagna, yang dengan sekali kontrol telah bersiap melakukan shooting.

Untungnya, ada Kolarov yang berhasil beradu pundak dengan Petagna, membuat striker SPAL tersebut terjatuh bersama Kolarov.

Untungnya, setelah mengecek VAR, wasit tidak menganggap itu sebuah penalti. Para pemain SPAL semua protes meminta penalti, namun Petagna sendiri terlihat pasrah tidak komplain pada wasit (apakah itu pertanda bahwa dia ngarep pindah ke Roma?).

Pada menit ke-79, Henrikh Mkhitaryan masuk menggantikan Perotti, dan sebuah kerjasama segitiga apik antara Florenzi yang berhasil melakukan intersepsi cepat, Zaniolo, & Pellegrini berhasil membuat Florenzi berhasil lepas dari kawalan lawan, lalu melakukan crossing rendah yang gagal disambar Miki, namun untungnya bola berhasil melewati garis gawang.

AS Roma 3, SPAL 1.

Yang patut kita perhatikan pada gol ketiga AS Roma adalah, dukungan para pemain Giallorossi untuk Florenzi.

Ketika gol terjadi, mereka tidak menghampiri Miki, namun seluruh pemain malah mendekati Florenzi dan berpelukan dengannya.

Seakan-akan mereka semua berusaha menunjukkan support pada Il Capitano untuk tetap berada di Roma, dan tidak boleh pergi ke klub mana pun – di tengah rumor bahwa Inter Milan, Sevilla, dan Fiorentina menginginkan jasanya.

Pertandingan terakhir Florenzi melawan Wolfsberger adalah sebuah bencana – di tengah kritik keras Fonseca mengenai performanya dan jarangnya mendapatkan menit bermain – Flo malah mencetak gol bunuh diri. Namun di laga kali ini, Florenzi bermain penuh semangat sehingga semoga bisa meningkatkan status dan kepercayaan dirinya.

Paska kemenangan ini, AS Roma untuk sementara kokoh berada di zona Liga Champions pada peringkat keempat di bawah rival sekota, SS Lazio.

Daje Roma!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s